Cristiano Ronaldo memberikan komentar sinis terkait teknologi baru FIFA soal penggunaan video tayangan ulang untuk membantu wasit dalam mengambil sebuah keputusan. Teknologi baru itu dikenal dengan sebutan Video Assistant Referee (VAR).

Komentar tersebut dilontarkan Ronaldo lantaran golnya ke gawang Club America di babak semifinal Piala Dunia Antarklub, Kamis 15 Desember, sempat jadi perdebatan.
Ronaldo mencetak gol kedua dalam kemenangan 2-0 Madrid di pertandingan tersebut. Namun, gol yang dicetak Ronaldo pada masa injury time babak kedua itu sempat menimbulkan kebingungan.

Wasit yang memimpin pertandingan bahkan sempat menganulir gol Ronaldo, meski sebelumnya ia telah memutuskan gol Ronaldo sah. Hal itu dilakukan lantaran ia mendapatkan informasi dari wasit yang bertugas memantau tayangan ulang, bahwa Ronaldo berpotensi berada dalam posisi offside sebelum melesakkan golnya.

Situasi pun makin membingungkan lantaran wasit yang sempat meminta pertandingan dilanjutkan, kemudian menganulir lagi keputusannya dan kembali mengesahkan gol Ronaldo. Itu terjadi lantaran dalam teknologi tayangan ulang tersebut, Ronaldo memang tidak berada dalam posisi offside.

“(Teknologi) Televisi tidak bisa bekerja dalam sepak bola,” ujar Ronaldo yang mencetak gol ke-500 di level klub.
Seperti diketahui, ajang Piala Dunia Antarklub 2016 adalah ajang pertama dimana teknologi pembantu wasit (VAR) ini mulai di ujicobakan. Rencananya, teknologi ini akan digunakan pada Piala Dunia 2018.

Secara garis besar, sistem baru ini ditujukan untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan yang tepat pada momen-momen tertentu, seperti gol, kartu merah dan offside. Pada penerapannya, seorang asisten wasit yang bertugas di luar lapangan memiliki akses untuk memutar ulang momen-momen yang dianggap krusial dan kemudian menginformasikannya kepada wasit yang bertugas memimpin lapangan.