Pepe Reina menegaskan bahwa Real Madrid adalah tim favorit di ajang Liga Champions. Namun, Stadion San Paolo akan jadi neraka untuk Los Blancos.

Napoli harus unggul minimal 2-0 untuk melaju ke babak perempatfinal setelah bertekuk lutut 1-3 dalam leg pertama 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu.

Dukungan untuk menyingkirkan Madrid pada Rabu (8/3/2017) dinihari WIB, akan didapat pasukan Maurizio Sarri dari puluhan ribu suporter. Bagi Reina, kejadian ini sudah 30 tahun ditunggu-tunggu para suporter Napoli setelah disingkirkan Madrid di Liga Champions dengan agregat 1-3 pada musim 1987/88.

Dalam lawatan terakhir Madrid ke San Paolo pada 30 September 1987, Napoli berhasil menahan setara 1-1 lewat gol Giovanni Francini di menit 9 untuk kemudian dibalas pemain Madrid, Emilio Butragueno, pada jelang akhir babak pertama.

“Ada banyak antisipasi untuk pertandingan besok. Kami sudah menunggu sesuatu seperti ini selama 30 tahun. Ini hadiah untuk kota Naples, bermain melawan salah satu tim terbaik di dunia,” kata Reina kepada Deportes Cuatro.

“Madrid adalah favorit, tapi stadion akan menjadi neraka meskipun sepakbola adalah 11 lawan 11, dan tim harus bermain dengan cara yang sudah kami ketahui,” tandas penjaga gawang kelahiran Madrid itu.

Optimisme Napoli untuk menyingkirkan Madrid tampak bukan seperti bualan. Dalam 18 laga tandang musim ini, El Real baru menorehkan clean sheet sebanyak tiga kali: melawan Real Sociedad, Espanyol, dan Atletico Madrid.